changing

Sejak tervonis hamil untuk kedua kalinya, ada beberapa perubahan dalam diri gue. perubahan fisik sudah pasti yak itu tak perlu dibahas (dalam hati berdoa kenaikan berat badan tidaklah menggila).

Perubahan pertama yang dimaksud adalah m.a.l.a.s. Ya baiklah gue akui, waktu sebelom hamil emang ga rajin-rajin amat, tapi kayanya juga ga semalas ini juga se. Usia awal kehamilan kedua ini bener-bener mematikan sistem gue secara mendadak. Gue menyebut mematikan sistem karena kemalasan ini sungguh sangat mengganggu dengan amat. Dia ga cuma menyerang dengan kemalasan beranjak dari tempat tidur, melangkah, mandi, milih baju, dandan..yang lebih parahnya lagi melumpuhkan otak untuk bekerja. Otak ikutan malas mikir dan berkreasi, which is gawat. Karena gua bekerja pake otak butuh kreasi dan kreativitas.

—ya ampuunnnn, itu barusan geledek seh kaya ngamuk loh!—- interlude

Jadi saya berasa seperti spongebob atau si pattrick yang otaknya kecil kaya upil atau malah tak ada otak sama sekali saat bekerja. Sungguh menyiksa. disaat kerjaan mengguyur dan mengejar, otak malah koma. Ga asik sama sekali.

Lalu perubahan berikutnya adalah gue sama sekali tidak belanja. Wow! Gue ulangin sekali lagi: gue sama sekali tidak belanja! Belanja yang dimaksud tentu saja belanja keperluan gue, yang sebenernya perlu atau tidaknya barang itu dibeli masi dipertanyakan, such as baju, celana, tas, spatu, kalung, gelang, make up, aksesoris lain yang lucu namun tak ditemukan kepentingannya. Hal ini sungguh sebuah mujizat. (mujizat karena biasanya gue akan menghabiskan lebih dari 500rb untuk belanja keperluan gue tiap bulannya) wakkakakakaka

Dan perubahan satu lagi yang sangat jelas terlihat sampai suami terheran-heran adalah, gue ga mao ke mol. Ga perna ajak dia ke mol atau minta ke mol. Tinggal di kelapa gading punya 3 mol yang nyaman, apalagi MKG. Biasanya seminggu minimal 2x pergi ke mol, kali ini sama sekali tak ingin kesana :)

Beginilah keadaan saya selama 14 minggu kehamilan. (Diluar mual-mual yang memuakkan ya. Thanks God mual-mual itu telah berlalu). 

(Source: kirstenconnur, via hypertonik)

I act different around certain people.

allison-janebaldos:

It’s not because I’m fake. It’s because I have a different comfort zone around certain people. I’ll act loud, stupid, be mean to you, act crazy, and do the most stupidest things with you because I’m comfortable around you. But, I can be quiet and shy if I don’t know you that well or we aren’t very close. Just because I act different around certain people, doesn’t mean I’m fake. I just have a different comfort zone with certain people.

(via hypertonik)

(via artpixie)

costa concordia

liat berita di yahoo, kapal pesiar eropa Costa Concordia karam. ngeri membayangkan seandainya gue ada didalam sana lalu adegan film Titanic itu menjadi nyata. kalo soal cerita romantisnya gue ga keberatan menjadi nyata, nah kalo soal panik karena karamnya kapal..?

gue ga akan perna mao naek kapal pesiar, mao dikata tuh kapal arsiteknya hebat kek, atau kapal pesiar tebesar dan terkokoh sepanjang masa, atau gretong sekalipun. hmmm, baiklah kalau gretong bisa dipikirkan disertai dengan doa dan puasa :)

alasannya, pertama, gue ga bisa berenang. kalo kapal karam di tengah laut, orang yang bisa berenang aja belom tentu bisa selamat apalagi yang ga bisa berenang. kecuali anugrah Tuhan tentunya. kedua, gue juga ga gitu percaya pelampung, karena gue punya pengalaman pribadi dikhianati oleh pelampung -___- . ketiga, karam di tengah laut yang ga bisa keliatan ada apakah dibawah laut itu cukup mengerikan (ga seperti kolam renang yang bening). bayangkan harus terapung2 di malam hari dengan air laut yang berwarna hitam. bisa aja ada naga atau makhluk air lewat-lewat dibawah sana. hiyyyyyyyy..!

ketiga alasan tersebut sangat cukup untuk menolak kapal pesiar dari hidupku. kecuali gretong masi bisa di doa puasakan agar swelamat pulang pergi :D

ps: oh ya, karamnya costa concordia menewaskan 3 org dan 40 orang hilang. semoga orang-orang yang masi hilang segera ditemukan, amin

what a boring monday. hufffff

ve

(via artpixie)

good friends never say goodbye, they simply say “see you soon

sayonara..

(via sooxhy)

(Source: artpixie)